Indah Patmawati

Indah Patmawati, Widyaiswara di P4TK PKn dan IPS. Lahir di Madiun, sebuah kota yang penuh sejarah dan terkenal dengan nasi pecelnya. Alamat di Jalan Parianom B4...

Selengkapnya
Navigasi Web
SIMPEL DAN PRAKTIS AJA YA!

SIMPEL DAN PRAKTIS AJA YA!

Hari ke-29

Sssttttt, aku dapat ilmu baru dari temanku, tentang bagaimana mengatur ritme kerja agar tetap smart dan konsisten. Temanku itu memang luar biasa semangat kerjanya. Sampai kadang aku heran, apa sih yang dimakan sehingga dia punya energi luar biasa dalam bekerja.

Hehehe, bukan karena apa yang dimakan kali! Tapi cara memandang segala sesuatu aja yang mungkin berbeda.

Begini lho maksudku, temanku itu dalam satu waktu bisa mengerjakan banyak hal dengan stamina yang tetap fresh dan semangat. Misalnya ketika bareng-bareng mengerjakan persiapan untuk mengajar, dia bisa bekerja tiga kali lebih cepat dariku, setelah itu beranjak mengerjakan pekerjaan lain dengan sangat energik. Sementara aku membuat satu persiapan saja seharian tidak selesai-selesai. Akhirnya kepalaku menjadi kliyeng-kliyeng karenanya.

Apa yang salah padaku? Mengapa aku tak bisa secepat dan setrengginas temanku ya?

Sebenarnya, aku ingin mengerjakan segala sesuatunya dengan maksimal atau perfeck. Mungkin aku selalu berpikir yang sulit-sulit jadi setiap mengerjakan sesuatu lamban penyelesaiannya. Padahal saat berdiskusi dengan temanku, hal-hal kupikir sulit ternyata dipecahkan dengan sangat mudah dan sederhana oleh temanku.

Sekali lagi aku dibuat terheran-heran. Bagaimana dia bisa menyelesaikan semudah itu? Berpikir praktis dan simpel ternyata banyak manfaatnya juga. Nggak usah yang susah dan muluk-muluk, mungkin begitu ya?

Selama ini aku selalu berpikir tentang benar salah. Kebenaran menjadi harapan terbesarku. Akhirnya aku takut salah.

Nah, sebenarnya di sini masalahnya. Takut salah menjadi sebuah sugesti negatif yang mampu mengikat dan memenjarakan semua ide dan gagasan. Ketika hati kita dirasuki oleh perasaan takut salah maka energi positif kita seperti mati, syaraf-syaraf positif untuk belajar atau bekerja melemah. Barangkali inilah yang membuat kerja menjadi lamban.

Jadi, inilah gunanya kita membangun koneksi dan komunikasi dengan teman. Banyak hal yang bisa dipecahkan dengan cara memperbanyak sharing dengan teman. Aku menyesal juga selama ini, ketika ada kegiatan kumpul-kumpul dengan teman guru (KKG) aku jarang hadir. Baru menyadari bahwa ternyata besar sekali manfaatnya.

Paling tidak bisa membuka wawasan kita terhadap segala sesuatu, utamanya berkaitan dengan pembelajaran.

Hal yang menurut kita sulit dan tidak terpecahkan ternyata setelah didiskusikan atau disharingkan bisa diatasi dengan cara yang sederhana.

Maka berpikirlah positif agar keluar energi positif yang nggak membuat kliyeng-kliyeng kepalamu.

Bisakan?

#TantanganGurusiana

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Kenapa aku merasa tersindir ya?

12 Feb
Balas

Hahahaha tersindir ke kanan atau ke kiri ya????

12 Feb

Kedepankan berprasangka baik. Bulan ini energi negatif saya dominan. Akhirnya ambruk sakit.

12 Feb
Balas

Siiipppp cintailah dirimu sendiri, sebab selain dirimu siapa lagi ...?

12 Feb
search