Indah Patmawati

Indah Patmawati, Widyaiswara di P4TK PKn dan IPS. Lahir di Madiun, sebuah kota yang penuh sejarah dan terkenal dengan nasi pecelnya. Alamat di Jalan Parianom B4...

Selengkapnya
Navigasi Web
RPP 1 Lembar

RPP 1 Lembar

Hari ke-22

Pernahkah kamu berpikir mengapa mas menteri menggagas RPP satu lembar? Kepada siapa sesungguhnya beliau berpihak?

Uhuuuiiii tentunya kepada guru keberpihakan itu. Dengan RPP satu lembar diharapkan guru lebih banyak waktunya untuk berdialog dengan siswa. Karena tidak lagi diributkan dengan pembuatan RPP yang berlembar-lembar seperti dulu.

Sudah 'membuat' berlembar-lembar eh masih juga dicorat coret dengan tinta merah lagi, karena masih ada yang salah ini, kurang itu, ditambahi ini, disisipkan itu... gimana nggak sakit hati coba. Ada lagi yang lebih ekstrim, RPP yang begitu banyak disuruh nulis tangan. Alamaaakkkk ampuuunnn! Sampai kriting tuh jari. Ini kan penyiksaan. Di era digital semua udah pakai komputer, eh disuruh nulis tangan.

Bingung kan? Sebenarnya siapa sih yang mau ngajar? Guru kan? Yang tahu persis kondisi siswa itu kan guru, jadi ketika membuat persiapan tentu saja guru sudah memperhitungkan banyak hal. Ketika orang lain, menyalahkan apa yang sudah dibuat dan disiapkan guru, itu hal yang aneh menurutku. Betul nggak? Dan lagi namanya juga persiapan kalau ada yang kurang di sana sini ya nggak masalah. Hanya guru yang mengajar yang tahu di mana letak kekurangannya bukan orang lain yang nggak mengajar. Dan ini nanti bisa dijadikan best practise oleh guru. Keren kan? Menjadi karya tulis yang bermanfaat baginya.

Namanya juga guru, ya manut-manut saja disuruh begini begono. Selain iya, nggak ada jawaban lain. Kalau ada yang sedikit membangkang, biasanya akan mendapatkan sesuatu yang nggak menyenangkan. Betul nggak?

Nah, ketika kemarin kita membuat RPP berlembar-lembar, apakah benar kita tak ada kesempatan untuk berdialog dengan siswa? Apakah guru tak punya kesempatan apa-apa karena disibukkan membuat RPP?

Oh, tidak ... Tidak seperti itu juga ya. Selalu ada cara untuk mengatasi masalah sesulit apa pun. Katanya 'banyak jalan menuju Roma'. Nah, ketika ada tuntutan membuat RPP berlembar-lembar, saat itu sesungguhnya kita juga berpikir bagaimana cara mengatasi agar hal itu bisa meringankan. Semua sudah tahu sama tahu lho... Tetap bisa diatasi bukan hal yang sulit itu.

Tidak ada guru yang tidak sempat berdialog dengan siswanya, kecuali mereka yang tak pernah duduk di sekolah mengajar, atau mereka yang terlalu sibuk di luaran....

#TantanganGurusiana

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Alhamdulilah. Intinya RPPnya disederhanakan. Yang sudah ada di silabus, nggak usah di tulis dua kali.

05 Feb
Balas

Alhamdulilah. Intinya RPPnya disederhanakan. Yang sudah ada di silabus, nggak usah di tulis dua kali.

05 Feb
Balas

Tunggu tanggal mainnya akan seperti apa kelak...

06 Feb
search