Indah Patmawati

Indah Patmawati, Widyaiswara di P4TK PKn dan IPS. Lahir di Madiun, sebuah kota yang penuh sejarah dan terkenal dengan nasi pecelnya. Alamat di Jalan Parianom B4...

Selengkapnya
Navigasi Web
Menunggu itu...

Menunggu itu...

Hari ke-21

Apa yang kamu lakukan saat menunggu sesuatu? Sementara hatimu mendongkol melihat kinerja yang terkesan lamban tak cekatan. Padahal tahu, antrian berjubel uyel uyel sedangkan petugasnya hanya sorangan wae. Untungnya petugasnya punya wajah keren, dan bibirnya diprogram senyum 212. Sedikit terhiburkan.

Tapi ya tetap saja hati ini mendongkol. Pengen melakukan sesuatu.

Yupppss.... Iya benar! Rasanya ingin berguling-guling, salto, dan kaki diayun ke atas, sambil teriak-teriak kayak mahasiswa yang lagi demo. Itu kalau nggak malu, tapi apa yang bisa kulakukan? Paling hanya kutak kutil hp sambil melihat nomor antrian. Seperti itulah.

Menunggu memang sangat menjemukan dan melelahkan. Aktivitas fisiknya memang nggak kelihatan, tapi karena perasaan mendongkol yang kuat dan butuh pelayanan cepat (maunya sih...) jadi makin melelahkan. Badan jadi loyo tak bertenaga....

Aku nggak bisa sabar rupanya. Harus kursus ya..

Meski sudah setua ini, aku belum juga lulus ujian kesabaran. Bolak-balik remidi, karena tidak memenuhi standar kelulusan. Namun, aku tak pernah bosan belajar untuk bisa lulus ujian sabar. Gak masalah dibilang murid abadi atau mahasiswa abadi, yang gak bisa lulus ujian. Toh pendidikan gratis. Anggap saja ini lagi ikut program merdeka belajar. Hehehe iya kan?

Baru nunggu beberapa jam saja, sudah kobrak kabruk kayak ayam betina, apa lagi nunggu sampai berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Mungkin bisa langsung jadi Mak Lampir ya hehehe.

Apa kuncinya, agar bisa tetap sabar?

Berpikir positif!

Tidak gampang memang, tapi bisa dilakukan dengan cara berlatih terus menerus. Melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang terang membuat dada lapang. Emang sih sesekali mendung, kelabu bahkan hitam. Serasa langit mau runtuh. Tapi setelah turun menjadi hujan, langit akan menjadi bersih, syukur- syukur ada pelangi kan makin syahdu. Analoginya seperti itu kali...

Yang penting seberapa besar dan kuat dirimu bertekad untuk bisa menahan diri tidak esmosi itu yang harus dilatih. SEKALI LAGI TIDAK GAMPANG LHO!!!

Itulah sekelumit tentang menunggu, yang sesungguhnya selalu mengikuti gerak langkah kita. Bukankah sebenarnya hidup kita ini juga menunggu. Mengapa menggerutu?

So enjoy aja ya ya ya ...

#TantanganGurusiana

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

search