Indah Patmawati

Indah Patmawati, Widyaiswara di P4TK PKn dan IPS. Lahir di Madiun, sebuah kota yang penuh sejarah dan terkenal dengan nasi pecelnya. Alamat di Jalan Parianom B4...

Selengkapnya
Navigasi Web
KURANG MERDEKA APA HAYOOO?

KURANG MERDEKA APA HAYOOO?

Hari ke-24

Dulu, pada zaman penjajahan, ada satu kata sakti yang mampu membakar semangat semua orang. Tahu nggak, kata apa itu?

Yupss... kata "MERDEKA"

Begitu kata merdeka diteriakkan, semua orang seperti terhipnotis. Dada mereka dipenuhi bara dan semangat yang meledak-ledak. Sebab mereka punya cita-cita yang sama yaitu ingin merdeka dan terbebas dari penjajah yang sangat nggombali. Benar nggak!

Merdeka menjadi cita-cita nasional. Dari kota sampai pelosok desa, dari yang kaya sampai yang paling miskin, dari ujung barat sampai ujung timur negeri, dari Utara hingga selatan semua bahu membahu untuk mewujudkan kemerdekaan. Mereka berjuang sampai titik darah penghabisan. Hal itu dilakukan dengan rela tanpa paksaan dari orang lain.

Itu makna kata Merdeka di era perjuangan. Sekarang sudah 74 tahun usia kemerdekaan negara kita. Usia yang sesungguhnya tergolong tua bila dikaitkan dengan perkembangan manusia. Ya nggak....seusia nenekku, hehehe.

Kalau dikaitkan dengan perkembangan manusia, 74 tahun itu memang sudah tua tapi kalau dikaitkan dengan pembangunan pasca dijajah tentu itu belum apa-apa. Ibaratnya kita membangun kembali peradaban dan jati diri, setelah 350 tahun terkungkung dalam ketakberdayaan.

Nah, ujug-ujug sekarang muncul kata Merdeka lagi. Merdeka belajar, merdeka mengajar, merdeka berpendapat, dan entah merdeka apa lagi....aku bingung.

Lha, emang selama ini siswa lagi dijajah sehingga tidak memiliki kemerdekaan dalam belajar. Trus yang njajah siapa? Gurunya dong. Waduuhhhh....!!

Kalau guru ingin merdeka mengajar, lantas selama ini apakah guru tidak merdeka alias dalam tekanan begitu ya. Trus siapa yang menekan dan menjajah guru?? Kepala sekolahnya ya... Nanti ada lagi kepala sekolah ingin bisa memimpin dengan merdeka. Lalu, siapa ya menjajah kepala sekolah?

Bingungkan????

Iya aku juga bingung kok. Sebab selama ini, aku menjadi guru yang merdeka. Wong aku bebas mengajar siswaku dengan menggunakan model apa saja. Aku bebas menilai siswaku dengan menggunakan instrumen apa saja. Anak-anak belajar juga dengan merdeka. Wong mereka (guru dan siswa) juga boleh izin kalau sakit, ada keperluan, dsb. Jadi, nggak masuk sekolah, nggak masuk mengajar boleh. Nggak dilarang asalkan izin yang jelas. Bukankah itu juga sudah merdeka?

Pernah suatu ketika aku menjadi pembangkang, aku merasa keberatan membuat RPP yang jumlahnya seabrek. Aku seperti pejuang 45 membawa bambu runcing. Berorasi adu argumentasi dengan pengawas dan kepala sekolah. Mak Gloodakkk....mereka juga memahami dan boleh-boleh saja aku menggunakan RPP menurut versiku. Asalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku saat ini. Semua kan bisa diatur....(kayak iklan aja...!!)

Kurang Merdeka apalagi hayooo....?

#TantanganGurusiana

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

kurang niatewong mung protes, perangkat asil kopi paste wae kok kakehan protes

07 Feb
Balas

Ben dikiro sek dijajah hehehe

07 Feb
search