Indah Patmawati

Indah Patmawati, Widyaiswara di P4TK PKn dan IPS. Lahir di Madiun, sebuah kota yang penuh sejarah dan terkenal dengan nasi pecelnya. Alamat di Jalan Parianom B4...

Selengkapnya
Navigasi Web
KETIKA AKU MEMILIH: GURU 'UTUN'

KETIKA AKU MEMILIH: GURU 'UTUN'

Hari ke-18

Sumpah! aku sangat mencintai pekerjaanku sebagai guru. Mencoba melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Sebab dari sinilah aku bisa membangun kehidupanku menjadi lebih layak dan sejahtera. Jadi, aku nggak mau neko-neko dalam bekerja. Pagi-pagi datang ke sekolah, mengajar atau belajar bersama-sama anak-anak, siang pulang dan melakukan aktivitas di rumah. Begitulah, rutinitas yang kukerjakan sehari-hari.

Aku fokus mengajar, kalau ada kegiatan di luar sekolah sebisa mungkin aku mengelak. Aku lebih memilih menunggu sekolah mengajar bersama anak-anak. Urusan di luar kelas biarlah diatasi teman-teman yang masih muda, energik, idealis, atau mereka yang penuh ambisi. Aku cukup menjadi penonton atas uforia mereka. Aku sudah nyaman dengan kondisi seperti ini.

Aku tahu banyak teman-teman yang jengkel dengan sikap cuekku karena aku dianggap tak kompak dan tak mau membantu pekerjaan sekolah. Mereka juga bilang, aku anti perubahan. Seperti katak dalam tempurung.

Lha lha ini kan jadi salah kaprah to, nggak tahu apa tugas guru itu ya mengajar. Dan durasi mengajar itu ada batasannya. Kalau sehari mengajar 7- 8 jam dan itu sudah terpenuhi, berarti sudah selesai to tugasku.

Trus aku kudu piye jal...?

Beberapa teman mengatakan aku ini monoton dalam mengajar, tidak mengikuti perkembangan yang terkini, gaptek, tidak mau ikut KKG dan sebagainya.

Ah, biarlah!

Itu hak mereka mengatakan aku seperti apa pun. Toh aku tidak menggangu mereka. Justru mereka yang sering membuatku terganggu dan jengkel. Sering mengikuti kegiatan macam-macam akibatnya meninggalkan siswa. Tahu kan bagaimana tingkah laku siswa jika tak ada gurunya? Sering mengganggu kelas sebelahnya. Akibatnya aku merangkap sana sini demi menjaga ketenangan kelas, dan mengurangi pandangan negatif dari wali murid. Bahwa guru meninggalkan siswa pada saat jam efektif. Bukankah seharusnya mereka berterima kasih padaku yang telah membantunya menciptakan suasana kondusif di sekolah.

Ibarat, kuman di seberang laut tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak.

Hidup adalah pilihan, menjadi guru juga pilihan. Saat ini aku memilih menjadi guru yang aman dan nyaman

Tak perlu ini itu, yang penting fokus mengajar. Anak-anak jadi pintar.Yang pintar biar anak-anak saja. Gurunya berupaya maksimal agar anak bisa pintar. Kalau aku sibuk ikut Diklat sana sini, ikut lomba sana sini pasti anak ditinggalkankan.

Sebenarnya guru harus punya waktu yang cukup untuk beristirahat agar punya stamina yang baik untuk menjalani kegiatan berikutnya.

Betul nggak gaes!

Ilmu yang dipelajari di masa lampau, diajarkan di masa sekarang kadang butuh di up grade dan harus up date.

Apapun kalau pas takarannya, pas ukurannya pasti nyampleng iya to...hehehe

#TantanganGurusiana

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

hahaha. Yo ojok nemen2 lek utun. Ngko melahirkan generasi utun plus plus

01 Feb
Balas

Mohon ijin menikmati aksaranya nggih Bunda Indah Patmawati.

01 Feb
Balas

Silakan say...

06 Feb

setuju bu....mantap tulisannya...Walaupun say di sekolah termasuk guru yang sering diklat dan ikut lomba... hehe...jadi harus ada saling ya bu.... tanpa pernah meremehkan peran satu sama lain...

01 Feb
Balas

Seharusnya memang begitu ya bu... sukses selalu

06 Feb

Salam sukses selalu dari Pekanbaru sebagai buk Guru yang sll dirindukan anak didik

01 Feb
Balas

salam kembali bu....

06 Feb
search