Indah Patmawati

Indah Patmawati, Widyaiswara di P4TK PKn dan IPS. Lahir di Madiun, sebuah kota yang penuh sejarah dan terkenal dengan nasi pecelnya. Alamat di Jalan Parianom B4...

Selengkapnya
Navigasi Web
Di Larang kabur sebelum waktunya!!

Di Larang kabur sebelum waktunya!!

Hari ke-20

Ada yang cermat, jeli, dan teliti soal hitung-hitungan waktu. Sehingga tak mau dirugikan sedikit pun, bila waktu yang menjadi jatahnya mengajar itu harus molor beberapa saat. Sehingga terkesan buru-buru untuk mengakhiri kegiatan meskipun sebenarnya itu belum sampai titik yang melegakan banyak pihak. Baik itu siswa maupun guru itu sendiri. Tapi mau bagaimana lagi, wong jamnya sudah habis je...

Adakah yang seperti itu?

Tentu tak ada, ya...ya... sebab itu adanya hanya di tempatku. Dan itu aku banget gitu lho...!

Kalau urusan pulang, dan mengakhiri pelajaran. Aku memang selalu disiplin dan tepat waktu. Sesuai dengan kesepakatan pembagian jadwal yang sudah dibuat. Untuk apa berlama-lama di sekolah bila kegiatan pembelajaran sudah selesai. Badan sudah capek, dan ingin segera istirahat sebab di rumah bentar lagi ada yang datang les privat. Nggak enak kan kalau ditunggu oleh murid les di rumah?

Untuk anak-anak yang belum dijemput, itu urusan scurity. Biar dijaga dan ditunggui sampai semua dijemput, lagian kenapa orang tua terlambat menjemput. Bukankah mereka tahu kapan jadwal pulangnya?

Jadi, aku memang selalu tepat waktu kalau pulang sekolah. Tapi kalau berangkat sekolah lain lagi ceritanya. Masih ngurus ini itu, antar ke sana kemari, sekalian mampir belanja biar nggak bolak balik, bila terlambat lima sampai sepuluh menit menurutku nggak masalah. Toh, setiap pagi ada kegiatan pembiasaan di sekolah. Aman ....!

Ya, begitulah rutinitasku sebatas datang dan pulang. Ceroboh di awal, maksudnya dalam soal hitungan waktu, tapi disiplin di akhir, saat hendak pulang.

Sekolah itu gudangnya masalah, begitu masuk pintu gerbang kita sudah dilapori banyak masalah oleh siswa, nanti mau pulang pun demikian, menyisakan masalah. Tidak pernah bisa benar-benar plong gitu ya.... Sesungguhnya selalu ada yang mengganjal dan menyisakan pertanyaan setidaknya untuk bahan perenungan.

Begitulah, menghadapi benda hidup yang dinamis selalu menghabiskan energi. Beda jika yang kita hadapi kertas, buku, atau bangku atau benda mati. Mereka jelas tak bisa mengadu apapun selain hanya pasrah, mau ditulisi silakan, mau disobek boleh, mau ditumpuk dan dilihat saja nggak masalah.

Intinya, guru tetap harus bertanggung jawab atas siswanya mulai pagi saat datang sekolah hingga siang atau sore ketika pulang. Orang tua mempercayakan puteranya untuk belajar di sekolah kita, tentu dengan pertimbangan yang matang dari A sampai Z.

Jangan main kabur aja tanpa mempertimbangkan banyak hal. Glogakkk....!

Susah ya jadi guru...serba perasaan. Itu hanya khusus yang punya lho!!

Sebenarnya itu bukan masalah perasaan tapi lebih pada tanggung jawab moral kok. Ya nggak?

#TantanganGurusiana

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

mantap tulisannya bu indah, selalu saya nantikan

03 Feb
Balas

terima kasih, say....

06 Feb
search