Indah Patmawati

Indah Patmawati, Widyaiswara di P4TK PKn dan IPS. Lahir di Madiun, sebuah kota yang penuh sejarah dan terkenal dengan nasi pecelnya. Alamat di Jalan Parianom B4...

Selengkapnya
Navigasi Web
CITA RASA MENUNJUKKAN KUALITAS

CITA RASA MENUNJUKKAN KUALITAS

Hari ke-19

Sebenarnya guru yang seperti apa yang disukai siswa? Yang pintar dan langganan juara, yang terkenal, atau yang sabar dan bersahaja. Entahlah... Ini semacam pertanyaan HOTS sebab butuh proses berpikir tingkat tinggi untuk menjawab. Pertanyaannya lagi adalah pertanyaan itu ditujukan pada siapa? Kepada siswa atau kepada orang dewasa lain (baca: masyarakat)

Kalau kepada siswa, pasti akan dengan mudah dijawab. Tentunya mereka akan memilih guru yang sabar dan bersahaja. Siswa butuh sosok yang bisa menentramkan hati ketika dia belajar di sekolah. Butuh suara lembut untuk di dengar, yang mampu mendongkrak semangat nya untuk bisa melewati hari-hari dengan segudang PR dan tugas-tugas sekolah lainnya. Siswa juga butuh sosok guru yang selalu ada, untuk dijadikan teman curhat, berbagi cerita, mengurai setiap kesulitan yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar.

Kedekatan itu membuat ikatan yang kuat antara guru dan siswa.

Sepandai apapun guru, sehebat apapun guru, bila tidak dekat dengan siswanya, tidak ada ikatan emosi dengan siswanya maka dia akan kehilangan roh dalam mengajar. Guru tidak bisa menyentuh bagian yang substansial dari siswa. Ibarat "Sayur tanpa garam," Tidak ada rasanya alias hambar.

Ketika berasa hambar, guru tidak akan bisa menanamkan budi pekerti (karakter) kepada siswanya, sebab dia mengajar tanpa rasa. Padahal hanya dibarengi dengan rasa semua akan terasa nikmatnya. Demikian juga dengan mengajar. Ya nggak? Pokoke ngajar urusan lain, bodo amat

Guru pintar, guru terkenal tentu berbeda jika dilihat dari kacamata siswa. Guru pintar apabila dia mampu menciptakan situasi yang menantang dalam pembelajaran, mampu membangkitkan proses berpikir kritis siswa, serta mampu membuat siswa menyadari akan tugas tanggung jawabnya sekalipun dalam konteks yang sangat sederhana. Guru yang terkenal itu, guru yang mampu membuat siswa betah untuk mengikuti aktivitas pembelajaran di kelas. Mampu menumbuhkan rasa cinta untuk belajar di tengah gempuran arus globalisasi.

Jadi, semua kemampuan, kepintaran, dan keterkenalan guru semata-mata untuk kepentingan siswa. Bukan untuk ambisi pribadi.

Sekarang zaman sulit bagi guru, tantangan dalam mengajar makin luar biasa. Sudah saatnya guru memperbaharui strategi dalam mengajar agar bisa menyentuh pada hal yang paling substansial pada siswa. Meski demikian jangan sampai guru kehilangan cita rasa dalam mengajar. Sebab cita rasa itu akan menunjukkan seberapa besar kualitasmu sebagai guru. Betul nggak?

#TantanganGurusiana

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Ma kasih telah membaca tulisanku.Salam kenal ya

03 Feb
Balas

Saya sangat suka membaca karya ibu indah. Top

02 Feb
Balas
search